Pages

Kamis, 22 Agustus 2013

DVD

#CeritaDariKamar Hari Keduapuluhdua


Kalau dilihat perbandingan antara jumlah buku dan DVD film yang saya punya, DVD film masih menjadi kaum minoritas di kamar saya.
Saya suka menonton film , tapi saya cinta membaca.

Movies are a complicated collision of literature, theatre, music and all the visual arts.
-Yahoo Serious-

Penggabungan antara Sastra, Teater, Musik dan Visual bisa kita dapatkan di Film. Tapi dengan membaca, semua hal itu dapat kita temukan di dunia imajinasi kita.
Bagi saya begitu, tapi mungkin tidak bagi orang lain.

Salah satu teman saya pernah mengatakan bahwa saya terlihat sangat serius ketika menonton film di Bioskop. Mungkin memang benar, saya cenderung tidak ingin diganggu dengan pertanyaan-pertanyaan seputar film- diam dan menonton apa yang tampil di layar dan mendengar suara-suara yang keluar. Saya tidak seperti  beberapa orang yang bermain handphone atau mengobrol dengan temannya ketika menonton film.
Karena bagi saya, jika saya melakukan itu sama saja dengan membuang uang dan waktu.

Tapi, lain halnya ketika saya menonton DVD di kamar sendiri. Saya cenderung kurang serius menonton, mempause beberapa adegan ketika hal lain mengganggu perhatian saya, mengomentari film sana sini, saya pun sering bengong ketika pembicaraan panjang di film dimulai- dan kaget ketika melihat suatu adegan yang saya tidak mengerti dan mengulang lagi.

Lain lagi, ketika saya menonton Reality Show atau Drama Korea di Internet. Karena harus menunggu dahulu selama beberapa saat, saya pun mengklik tab dan bermain-bermain di tempat lain di internet. Twitteran, Chatting, Blogging, Blogwalking, baca-baca Thread Kaskus, dan lain-lain.
Ketika akhirnya perut saya keroncongan atau ingin mengunyah cemilan, atau mata saya mulai lelah. Saya akan menghentikan kegiatan itu.
Saya akan mengclose tab satu-satu. Dan kaget, ketika menyadari bahwa niat saya dari awal untuk menyalakan internet adalah menonton film tersebut.

Bagaimana kalau di TV? Saya bermain-bermain dengan channel TV. Mengklik sana sini, mencari yang menarik hati. Saya lumayan jarang menonton Televisi, biasanya hanya ketika penayangan kartun Spongebob atau Stand Up Comedy. Atau sekedar menemani Bapak menonton Discovery Channel atau  Animal Planet, dan menemani Ibu menonton Sepak Bola dan Sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Tapi, jika disuruh memilih antara menonton film di Bioskop, DVD, Internet, atau TV.
Saya dengan pasti akan memilih DVD.
Bioskop, harga tiketnya terlebih saat hari libur bagi saya lumayan. Internet, saya sering bosan karena harus menunggu sampai waktunya siap ditayangkan. TV, terlalu banyak iklan.
Keuntungannya dengan menonton di DVD, saya bisa mempause-mengulang-mempercepat suatu adegan. Heboh mengomentari sana sini, yang akan sangat menggangu jika dilakukan di Bioskop. Dan dalam satu hari saya bisa menonton banyak film langsung, tanpa keluar biaya mahal seperti di Bioskop- menunggu iklan di TV juga menunggu siap ditayangkan di Internet.

...

DVD film yang ada di kamar saya, sedikit yang saya beli sendiri. Kebanyakan punya Kakak dan Abang saya, film-film yang sudah mereka nonton tapi saya belum. Atau film-film yang sudah kami tonton, tapi saya sukai.

Saya menonton beberapa genre film, Petualangan- Komedi - Drama - Action - Horror- Thriller - Fiksi - dan lain-lain.
Dan saya menikmatinya saja selama ini.
Meskipun penakut saya tetap suka film Horror, terutama Horror yang berisi terror. Drama yang menguras air mata tapi tidak berlebihan, saya pun suka. Action yang penuh adegan penyerangan, saya suka.
Dan film-film penuh darah berceceran dan korban bergelimpangan. Meski ngeri, tapi saya tetap menikmati.

...

Dan jika muncul pertanyaan, apakah ada Film-film yang memunculkan kenangan-kenangan tertentu. Tentu ada.
Seperti film pertama yang saya tonton di Bioskop bersama Kakak, Anak-Anak Borobudur. Pengalaman pertama menonton bersama teman, berduaan dan sendirian. Film Horror murahan yang iseng saya tonton bersama teman-teman, dan lain-lainnya.

Sama halnya seperti buku, selalu ada sebuah film- entah itu adegannya, dialognya, lagunya atau pemerannya.. Yang mengingatkan kita pada suatu kenangan-pada seseorang.

:)



Tyas Hanina

0 komentar:

Posting Komentar