Selasa, 06 Agustus 2013

Buku Dongeng

#CeritaDariKamar Hari Keenam
Buku-buku dongeng tersebut berukuran kecil, dan disertai ilustrasi pada beberapa halamannya.
Pemilik buku tersebut yang asli adalah Kakak perempuan saya, dia mendapat buku-buku dongeng tersebut dari Bapak. Bapak membelinya untuk menghiburnya karena ketika itu kecelakaan membuat dia harus memakai kursi roda & tongkat dalam beberapa saat.
Waktu itu dia masih menjadi murid SD dan saya masih bayi.

Sebenarnya, jumlahnya lebih dari jumlah buku yang ada dalam foto tersebut. Entah dimana keberadaan yang lainnya- mungkin tertumpuk di sudut gudang bersama buku-buku lama.
Empat buku yang kini tertumpuk di rak buku saya pun keadaannya sudah tidak lagi sempurna. Ada beberapa halaman yang terobek, ada yang tercoret pensil warna, ada juga halaman yang hilang entah kemana.
Meskipun buku tersebut sudah usang, tapi cerita-cerita tersebut tak pernah menghilang dari ingatan saya. Saya merasa senang sekali membaca cerita dongeng- memvisualisasikan gambaran cerita, membayangkan menjadi bagian dari tokoh cerita, melafalkan mantera, dan lain-lainnya. Begitu banyak hal ajaib yang saya temukan di dalam dunia dongeng.
Seperti bagaimana sebutir biji kapri bisa membuktikan kesejatian seorang Putri, kecerdikan sebuah kue jahe, persaudaraan 3 babi kecil, dan bagaimana mantra sang raksasa di kisah Jack dan Pohon Buncis.

"Bili, bili, bulu, bang, kucium darah orang! Aku suka roti, dari gilingan tulang!"

Dunia dongeng memang luar biasa, seakan apapun bisa terjadi disana.
Sayangnya, saya hanya bisa menengoknya dari cerita-cerita yang tertulis di buku atau ketika saya memejamkan mata dan membayangkan berada disana.

Jadi, jika kalian bisa pergi ke dunia dongeng- cerita mana yang akan kalian pilih untuk jalani?



Tyas Hanina

0 komentar:

Poskan Komentar