Pages

Sabtu, 03 Desember 2011

Sedikit lagi.. Beberapa hari lagi..
Gue. Ehem wanita mulia ini. Akan mengadakan pertempuran yang sangat artistik dengan soal-soal ujian. Soal-soal ujian itu mempunyai senjata-senjata pamungkas yang selalu saja hampir melumpuhkan gue di medan perang.... Dan itu adalah... Matematika.
Matematika itu terdiri dari kumpulan angka-angka yang sudah dimodifikasi dan dibalut oleh rumus yang dibuat orang-orang kurang kerjaan, tak berperasaan..
Ya. Gue bukan sekali ini bertempur sama soal-soal ujian..
Tapi entah kenapa Matematika begitu lihai memainkan angka-angkanya dengan seenaknya, dan tentu saja membekuk gue dengan mudahnya.
Mungkin itu karena ada kata MATI dalam Matematika.
Dan mungkin ini juga ada hubungannya sama kali mati. Ada perkalian dalam matematika..
Semua orang pun tau, matematika selalu bisa membuat lawan-lawannya mati-matian menghajarnya. Urgh.

Well.. Gausah terlalu larut membahas makhluk mengerikan itu :D.
Lusa, Senin tanggal 5 Desember.. Pertempuran itu dimulai.
Akan diawali dengan IPA dan PAI (Pendidikan Agama Islam).
IPA udah satu paket sama Biologi dan Fisika.
Dan yang ngeberatinnya itu.... Fisikanya itu lho.
Untuk menakhlukannya sulit. Dia juga punya kekuatan yg mematikan dari rumus-rumusnya. Dan tak lupa beberapa teori tentangnya..
PAI insyallah tidak begitu menyulitkan belajar ini :).

Dan. Ohya.
Wish me luck :D

Jumat, 02 Desember 2011

HuHu

Hati ini belum sepenuhnya rela.
Hati ini masih meronta-ronta.
Hanya karena aku diam, dan tak beranjak dari kenangan antara 'kita'.
Hahaha bodoh bukan?
Huh. Hanya bisa menyalahkan diri sendiri atau keadaan, karena memang kamu tidak pantas untuk aku salahkan.
Harapan. Hanya itu yang bisa kupegang, hanya itu yang kusimpan darimu, hanya itu.
Hey. Hafalkah kau tempat kali pertama kita bertemu dan waktu pertama kita berjumpa?
Haha.
Hiraukan saja diriku, aku harus sadar...
Hanya bisa dikenang, namanya juga kenangan.
Huh. Harus hindari tulisan seperti ini.
Hanya membuatku semakin sendu saja :).
Hahaha... Hmm..

"H" for "Happy" or "H" for "Hurt"?
Hehe it's choice.


Hanina Bobo

Minggu, 06 November 2011

bad love letter

Aku tak tau harus memulai darimana. Umh.
Biasanya kata pengantar surat cinta tuh seperti apa sih? Yang aku tahu, pasti dimulai dari kata-kata manis yang berirama sehingga membuat si penerima surat berbunga-bunga.
Argh. Aku bukan orang yang bisa berkata & bersikap manis seperti itu.
Dan akhirnya aku yang "Bodoh" ini malah memulai surat ini dengan untaian kata-kata bodoh penuh keluguan.
Hey. Beginilah aku.
Seperti inilah aku saat pertama getar rasa cinta di hati mulai mengusik diri.
Saat pertama.. tatapan matamu, senyum darimu, candaan konyolmu, dan segala tentangmu yang begitu sederhana menjadi hal mewah disini. Di hatiku.
Beginilah aku waktu itu.
Entah harus aku sebut apa diriku waktu itu. Bodoh, Polos, Naif, atau Lugu. Mana yang pantas?
Aku terlalu kikuk untuk membiasakan diri semenjak muncul gemelut rasa ini.
Rasanya sejak itu apapun hal yg kulakukan & kukatakan ke kamu menjadi sangat berarti. Aku jadi sangat hati-hati.
Tapi akhirnya aku menyerah. Aku tak bisa menyempurnakan diriku demi membuat kamu sadar akan rasa ini.
Dan akhirnya aku kembali menjadi seperti diriku. Diriku yang seperti ini.
Karena aku tidak ingin kamu mencintai diriku yang bukan benar-benar "diriku".
Beberapa kali aku berucap dalam hati.
"Apakah terkadang kita membutuhkan kebohongan-kebohongan kecil untuk pemanis hubungan? Sandiwara-sandiwara semu untuk penghangat suasana?"
Aku bukan aktor ataupun penipu yang baik. Aku menyukaimu dalam caraku sendiri.
Seperti ini.
Aku biarkan mengalir apa adanya. Dengan sederhana.
Meski kecanggungan tetap saja terasa. Dan masing-masing pun saling menyakiti hatinya.
Mungkin karena kecemburuan semata, atau bahkan kecerobohan kita masing-masing.
Sekuat apapun kita saling mencoba untuk tidak menyakiti satu sama lain. Tetap saja, tanpa sengaja salah satu dari kita menggores luka.

Kata orang. Cemburu itu tanda cinta. Jadi cemburu itu penentu ya? Apakah sikap kita saat cemburu pun menentukan masa depan cinta itu sendiri?
Aku-adalah-orang-paling-bodoh-saat-cemburu.
Aku akan berwajah seperti ini saat didepanmu

Padahal sebenarnya....


(Ya. Perasaan hati gue yang sebenarnya memang ga secantik kelihatannya diluar.)

Harus kuakui aku pencemburu. Tapi dalam cemburuku aku selalu bisu. Aku tak bisa mengungkapkan rasa ambigu ini padamu. Karena aku takut terlihat bodoh dihapadanmu. Haha iya aku memang bodoh.
Umh.
Sudah sore hari. Saatnya berbenah diri dan mernyudahi segala kata-kata tak berisi ini. Walaupun sebenarnya ini dari hati, aku tetap malu mengakui ini rasaku.
Dan maaf. Sekali lagi aku harus menanyakan hal bodoh..
Bagaimana caranya menyudahi surat cinta?
Apakah itu semudah memutus komitmen diantara kita?

Lalu jika berbalik, kamu yang bertanya padaku. Untuk apa aku menulis postingan ini. Aku akan menjawab...


PS : Ini termasuk surat cinta bukan sih?

Tyas Hanina

Jumat, 04 November 2011

Hey. Apa kabarmu?
Kuharap senyum ceria dan semangat tak pernah luput menyertai hari-harimu.

Hey kamu. Ada apa denganmu?
Kamu kehilangan kefokusanmu. Kamu kekurangan semangatmu. Kamu tersenyum dan tertawa, terlihat seperti biasa. Tapi aku tau kamu menyimpan perihmu itu sendiri. Membiarkan luka itu mengering sendiri..

Hey kamu. Aku tau kamu sedang bersedih.
Aku tau kamu sedang meragu, aku tau hatimu sedang kalut.
Tapi cobalah untuk tetap bersyukur. Walau tanpanya, kamu pasti bisa menjalani hari-harimu seperti biasa J. Walau tanpanya, kamu pasti tetap menjadi dirimu yang sederhana dan begitu apa adanya.
Hey. Ini hanya sementara.
Yakinkah hatimu. Kepedihan & kesedihan hanya menyayat sedalam dan seperih yang kau mau dan kau mampu.

Hey kamu. Aku tau kamu tak bodoh. Aku tau kamu tak selugu itu.
Aku tau kamu punya logika, tapi aku juga tak tau hatimu sering berontak.
Hey kamu. Sekali-kali perdulikan perasaanmu. Jangan selalu mengabaikannya.
Kamu masih perlu banyak belajar. Untuk kendalikan perasaan itu, atau perasaan itu sendiri yang mengendalikanmu.

Hey kamu. Iya kamu. Senyum ya J. Jangan fake smile terus.
Jangan sedih terus menerus. Jangan biarkan diri kamu terus tak terfokus.
Hey kamu. Jangan lupa bersyukur. Ada banyak orang yang peduli dan sayang kamu. Kamu juga sayang mereka kan?

Hey kamu. Atau lebih tepatnya diriku.
Jangan pernah lelah untuk kuatkan hati orang-orang sekelilingmu ya. Karena dengan begitu tanpa sadar hatiku pun dikuatkan olehnya J.
Hey aku.. jangan pernah sengaja lagi mengabaikan perasaan sendiri.

Kamis, 03 November 2011

Di ujung rindu.
Aku berusaha mengeja 5 huruf penuh ambigu itu. Rindu.
Berusaha menepiskan harapan dan keinginan lugu, aku ingin ada kamu.
Aku ingin kamu membantuku, mengeja kata itu.
Aku tau, aku bisa membaca. Aku bisa menulis. Aku tidak kesulitan dalam hal seperti itu.
Tapi satu kata ini berbeda.
Dengan lincahnya mengubahku perasaanku menjadi sendu, membuat pandanganku kembali padamu, membuat bibirku bertahan untuk tetap coba mengucapkan kata itu.
Sulit.
Bukan hal yang mudah mengucap kata itu. Bukan hal yang mudah menuntaskan rasa ini. Bukan hal yang mudah untuk kamu mengerti..
Aku rindu.
Aku tak ingin tergesa-gesa mengucapkan kepadamu. Aku tidak ingin kecewa melihat responmu atau senyum palsu darimu saat tau.
Aku takut.. hanya aku yang bertarung melawan kerinduan ini.
Aku takut.. kerinduan yang menghangatkan ini lama kelamaan bisa membunuhku.
Iya. Aku tau, aku memang terlalu angkuh. Untuk menyimpan semua gemelut rasa ini. seolah-olah tidak butuh kamu..
Dan lagi pula, aku mulai terhantui oleh kejadian pahit itu.
Percakapan kita beberapa hari yang lalu melalui ponsel.
Saat aku mengungkapkan kerinduanku. Dan saat kamu dengan mudahnya bertanya.
“kangen siapa?”
Pertanyaan ini tak kan bisa kujawab dan kuuraikan dengan jelas, juga dengan serius..
Keseriusan itu yang sulit.
Aku cenderung mengalihkan pembicaraan dengan candaan dan jawaban yang konyol.
Aku berfikir dengan keras, bagaimana caranya malam ini aku bisa berhenti berlari dari pertanyaan-pertanyaanmu? Bagaimana caranya agar aku bisa terfokus dan tak mengalihkan pembicaraan? Bagaimana caranya tidak menjadi seorang pengecut?
Akhirnya aku kalah oleh argumen hatiku sendiri
Aku menjawab “kucing kawin depan rumahmu.”
KENAPA, KENAPA DAN KENAPA AKU MALAH MENJAWAB SEPERTI ITU Щ(ºДºщ)
Dan bodohnya kamu malah menjawab “mereka sudah cerai.”
Aku pun menjawab dalam hati “semoga perasaan kita juga tidak tercerai berai...”
Tapi aku yang bernyali ciut ini mana mungkin berani mengetikkan kata-kata penuh romansa itu kepadamu.
Akhirnya aku hanya mengetikkan satu kata yang sedang kutuntut dari diriku dan dirimu.
“Serius”
“iya serius..”
*hening*
Dan aku kembali nanar. Sejak kapan kita jadi kaku begini?
Sejak kapan hubungan ini menjadi begitu “beku”?
Tidak ada yang bisa disalahkan. Tidak ada yang bisa dijelaskan.
Semua terjadi begitu saja.
Tanpa sengaja.
Mungkin memang hanya karena kecemburuan semata atau karena kejenuhan yang tiba-tiba.
Entahlah. perasaanku pun ikut terombang ambing.
Aku seperti berjalan di persimpangan jalan.. umm sebut saja jalan perempatan kantor yang biasa kulalui setiap sekolah..
Jika aku lurus. Aku bisa mencapai sekolah dengan cepat, tapi aku harus menambah ongkos dan terasa percuma. Karena aku harus berjalan lagi...
Jika aku belok ke kanan, aku juga bisa mencapai sekolah. Meski harus rela bercapai-capai ria.
Dan jika aku malas untuk mengambil resiko keduanya, aku akan berjalan memutar balik. Kembali pulang kerumah....
Hmm aku pun tak tau apa yang kukatakan.

Terlalu absurd untuk dijelaskan. Terlalu simpel untuk dikatakan.
Rindu.
Kangen.
Akung.
Umm tiraMISYU. Capuccino. Moccacino. Kopi tubruk sekalian pun tak masalah.
Asal kau bisa memaklumi dan memahami.
Mengapa aku diam sendiri, menunggu kamu pahami dan cicipi sendiri rasa Rindu... kepadaku.
Hey. Salam sayang penuh rindu.
Hmm.. titik dua + tanda bintang

Tertanda seseorang yang kau sebut lugu,
Tyas Hanina
Untukmu, lelaki bodoh penganggu konsentrasiku.

Minggu, 30 Oktober 2011

Three


3 hari ini... (26-27-28 Oktober 2011). Tiga-tiganya memuat peristiwa penting.
26 Oktober gue berulang tahun. (umh soal ini dibahas belakangan aja yaa)
27 Oktober hari Blogger nasional. Dan gue malah ga ngeposting apa-apa.. (maafkan kemalasan blogger biadap ini)
28 Oktober.... hari sumpah pemuda J. Dan hari pembuktian tulus kasih cAyanX tMand2 cMua..

Pada tanggal 26 Oktober 2011. Tiba tahun ke 14 gue mengenal dunia. Akhirnya tiba.. setelah gue dengan geregethan menghitung mundur hari demi hari....
Gue ga punya kemauan khusus atau harapan-harapan yang bergejolak pada tahun ini. Gue merasa, hari itu akan terlewat biasa saja. Layaknya tahun-tahun sebelumnya.
Umh
Dan taugakseh. Sebelum hari ulang tahun itu gue iseng buat draft blog -__-
“Besok... Bah. Ga kebayang bakal gimana, gatau mau ada rencana apa. Sepertinya adanya yang disembunyiin sama anak-anak. Tapi gue gatau apaan -____-. Bener-bener gatau. Dan gue nethink, kayanya emang ga ada apa-apa. Mana ada yang peduli sama gue *garuk-garuk tembok*.....”
Sebenarnya masih panjang. Tapi ada beberapa kata random dan nama seseorang yang tak layak dipublish disini .___.
Hari itu berawal seperti hari-hari biasa. Gue bangun saat shubuh, dan mengecek inbox hape...
Ada 5 SMS. Dari Yuni, Sabrina, Rafi, Ceisa, dan operator :’)
Operatornya so sweet banget ya sampe ngucapin pake sms penawaran hadiah gitu J.
Dan... Ucapan-ucapan dari teman-teman yang lain pun mulai bergelimpangan.

Besoknya, Gue ada rencana mau main bareng-bareng sama anak-anak (gabilang traktir ya).. Soalnya kemarin pada pulang duluan gara-gara hujan. Dan Siang itu sangat cerah ceria, tapi anak-anaknya pada gamau ngumpul -___-“

Dan kemarin.... umh. Umh. Umh.
Mereka membuat suatu kejutan untuk gue... *tarik ingus*
Adel yang marah-marah katanya gue nyebar fitnah lah. Sampe bawa-bawa Bu Kasiati lagi -__-.
Sebenernya gue udah ada feel yang aneh banget. Tapi air mata udah bener-bener ga bisa kebendung pas Bu Kasiati ngomong...
“coba bayangkan kalo perasaan ibu ini terjadi sama ibu kamu...”
GOD knp sih harus bawa-bawa nyokap?
Dan yak. I’m crying. Benteng pertahanan air mata gue bener-bener jebol. Gue nangis sampe kaya orang bengek. Dan setiap gue mau ngomong, kata-kata gue selalu tertahan, jadi kaya orang gagu.
Tampang gue pas nangis juga pasti beda banget. Sampe Ponco bilang muka gue mirip cut mutia kalo lagi nangis. Anjir.
nyari foto yang cakepan di google nyahaha
Kayanya anak-anak juga pada ga puas banget.  Mereka masih ngerjain gue, mereka bilang Rafi kecelakaan -_-.
Gue udah ngeduga ada yang aneh dengan berita ini. gue asik aja dikelas gambar muka babi sama gunung di papan tulis..
Dan.. Beberapa lama kemudian pun. Pintu kelas ditutup, gue udah ngeduga bakalan ada apa-apa.
Dan bener aja. Rafi, Kak Rani, Achile, Indri, dll.... Masuk ke dalem kelas.
Dan taulah apa yang selanjutnya terjadi.........
Adegan mutilasi kue

make a wish





Dan lanjut ke acara suap-suapan kue...
kue pertama. untuk lelaki jebew ini yg rela basah-basahan ngambil kue dan kado gue.
untuk pemberi becak-becak pilihan... echa
untuk adel.... big thanks sist {}
Untuk Inas... Nasi gorengku :*
Untuk bulogku :* makin tembem ya
untuk uthi :* {}
Untuk Tracy. Jangan lupa melek lg ya chy {}
Untuk teman sebangku tercintah... ceisara {}
untuk teman dari SD.. ayundargh :*
untuk achil&ibunya achile... makasih banyak ya semuanya :* {}
untuk ayam {} i heart youuu
untuk orang gila nomor 1 sedunia. ponco :3
untuk daniel fidanco..
untuk homo sapiens ini.. terimakasih cimo
Huehehe ohya.
Postingan ini sebenernya udah gue ketik dari tanggal 26 Oktober pas Hari gue ulang tahun. Tapi dikarenakan faktor Internal atau dari dalam diri gue sendiri yang maleszht. Dan.. ada banyak sekali kata-kata yang gue fikirkan ulang lalu gue hapus demi kepentingan dan kebijakan pemerintah.. Umh.

Umh. Soal  hadiah ulang tahun.
Gue dapet boneka keledai atau entah binatang apa ini... Dia labil sekali kawan.
Jika kita memencet kelingkingnya, dia akan moshing-moshing ga jelas -_-“ autis.
 Gue juga dapet sendal yang berbentuk kaki gede :'o. Kalo gue pake sendal ini, kaki gue terlihat makin kecil..
Gue juga dapet pocky stroberi dari syahrans & adityaprians :3
Dan juga entah-ini-apa-namanya. Mungkin pajangan... Gue suka banget :')
Dan... Hadiah paling unik, paling apa adanya, paling gak gue sangka-sangka adalah ini.......
Hmm. Apa kalian membutuhkan keterangan tentang hadiah ini? should i tell? :p
Yak. Kado ini dari seseorang yang tak bisa gue sebutkan namanya disini.

Ini juga ada kartu ucapan dari mereka. Yang ga ngerti mendingan cuci piring O:)

Hmm yak gue seneng :) Seneng banget. Terharu sangadh.
Hadiah yang paling gue syukuri adalah. Adanya kalian. Uhukz :'3
Ada 3 kata yang ingin gue ucap. 3 kata yang selalu tertahan di bibir, entah kenapa. 3 kata dari hati. 3 kata yang harus kalian tau.
GUE SAYANG KALIAN.


Makasih banyak untuk semuanya. Untuk canda tawanya. Untuk semangatnya. Untuk waktu yang rela kalian sisihkan demi gue. Untuk umh, untuk happy call nya :')
Dan untuk orang-orang yang mungkin tak disebutkan namanya disini. Kalian ga kalah berarti disini. Di hati.
YOU ROCK GUYS {}

Minggu, 18 September 2011

MATE(MATI)KA

Dear Diary....

Ada banyak pertanyaan yang berkeliaran. Berlari-berlari kenama-nama..
Dan gue juga sedang sangat dibuat galau oleh masalah sekolah.
Pelajaran MTK benar-benar menusuk kalbu. Membelenggu. Urgh.
Dan belum lagi gue lagi ga bisa sepenuhnya fokus....

Ada 4 hal yang bikin gue galau minggu-minggu ini......

Pertama : Karena MTK
Kedua : Karena ulangan MTK
Ketiga : Karena gue ga ngerti MTK
Keempat : Karena Bu Umi guru MTK Щ(ºДºщ)

*Hening*

Perasaan gue benar-benar dibuat nanar.
MTK begitu rumit. Seperti dirinya.... Ah udahlah

Soalnya sih ya gitu-gitu doang. Ada angka-angka gitu.
Ya gitu-gitu aja si.
Jawabannya juga gitu-gitu aja. Ada angka-angka juga.
Ya udah gitu-gitu aja.........
HMMMM (˘- ˘ )


Gatau kenapa. Semangat belajar gue merosot jatuh.....
Padahal bayang-bayang UN sudah melambai-lambai di depan mata.
Dan sinar kemenangan dari SMA pilihan gue udah sangat terlihat silau. Jauh dari genggaman.
Huyuh....

MTK.
3 huruf itu benar-benar menciutkan nyali.
MATEMATIKA.
Itu kepanjangan 3 huruf itu.
MTK atau MATEMATIKA menggetarkan sanubari. Bikin gue akhir-akhir ini nestapa karenanya.
Dia rumit. Benar-benar rumit.
Gatau apanya yang rumit.
Padahal mah rumusnya gitu-gitu aja, soalnya juga gitu... jawabannya ya gitulah!!!!

Huh. Udahlah.
Gue benar-benar lelah menghadapi MTK
Gue selalu coba untuk ngerti dia, ngelawan rasa takut gue dan membiarkannya menusuk-nusuk sanubari gue.
TAPI APA?
Dia ga pernah coba buat ngerti gue. Dia ga pernah bikin dirinya terasa lebih mudah.

MTK. Suatu hari nanti akan kupinang kau dengan bismillah...

Selasa, 30 Agustus 2011

Brader

Tadi abis ngintip profile twitter si AA

Dan.. Gue ga nyangka. Dia bisa galau juga.....

Gue mau sedikit bercerita tentang dia dan kehidupannya yang gue tau..

Dia orangnya tertutup banget dirumah. Dingin, cuek, tapi disatu sisi ada kehangatan di dalam dirinya.
Dia suka bercanda di saat yang ga disangka-sangka, care...
Kadang gue suka mikir. Kita sedikit banyak memiliki "kesamaan".

Bukan. Bukan kesamaan jiwa yang ga normal. Dia normal. Ga kaya gue -_-v
Bukan. Bukan juga fisik. Gatau kenapa, gue paling bingung kalo ada yang bilang gue mirip sama dia.

Tapi di sifat dan selera.
Dalam sifat, gue tertutup. Sama kaya dia.
Dirumah Anip banyak diemnya. Dan jarang banget keluar dari mulutnya sendiri tentang masalahnya.
Gue banyak ngocehnya sih. Tapi namanya juga gue bocah, yang keluar dari mulut gue pun tentang jokes-jokes, atau komentar-komentar iseng untuk anggota keluarga. Tapi kesamaannya, ya itu. Gue jarang share tentang masalah gue sendiri.
Dan jarang bisa percaya sama orang.
Sama-sama diem saat marah.
Dan. Oke, terkadang kita sama-sama konyol di beberapa moment .__.v

Kekonyolan yang kita buat bersama itu, korbannya selalu adalah kakak cewek gue.
Yap. Dengan tampang sok kece dan sok polos itu dia sangat cocok buat jadi sasaran empuk.
Mari disimak beberapa kekonyolan kita...

1. TRAGEDI EXTRA JOSS
Gue pulang sore dari sekolah gue (waktu itu masih SD), abis piket. Gue bawa botol aqua kecil, yang isinya berwarna oren terang minyi gitu. Isinya superpel.
Abis pulang gue langsung ke kamar nenek gue, ada anyip.
Dengan polosnya gue ngerjain anip.
"A' mau ga nih extra joss?"
Gue nyodorin botol aqua itu.
Anip nyengir, geleng-geleng. Dia udah bisa duga niat jahat gue.
Tiba-tiba suara pintu kamar kebuka, Si Fani juga baru pulang.
Kayanya dia abis dari latihan nari. Mukanya capek banget.
Dia ngadem di kamar.
Gue iseng nyodorin botol aqua itu.
"Extra Joss nih?"
Dan disitu moment yang mengejutkan terjadi.....
Dia buka tutup botolnya. DAN DIA GA CURIGA SAMA SEKALI.
Dia minum. Beberapa teguk. Bengong dulu.
Gue dan anip berpandangan dan cengo banget. Mau ketawa tapi...
Sedetik kemudian kakak gue langsung ke kamar mandi muntahin minuman tadi. Dan dengan lemas langsung buka pintu kulkas. Minum sekuat tenaga.
HAHAHAHA.
Gue dan anip udah gabisa nahan ketawa.
Ibu gue si Ratu Polos pun bertanya-tanya.
"Fani kenapa?"
Kakak gue pun mengadu.
"Fani kan baru pulang dari latihan nari, dikasih minuman sama adek. Katanya ekstra joss, pas fani minum taunya super pel."
Nyokap gue ngakak. Dia ga marahin gue ataupun anip. Dia malah omelin kakak gue.
Karena kepolosannya .___.v

2. TRAGEDI PISANG BALSEM
Waktu itu kakak gue masuk angin. Dia dikerokin sama nyokap.
Gue sama anip lagi nonton TV diruang tengah.
Gue kan lagi makan pisang. Dan dari si pisang ini anip mulai berfikir kekonyolan berikutnya.
Dia ambil satu buah pisang, gue kira pertama dia mau makan. Ternyata....
Waktu nyokap dan kakak gue lengah, dia ngambil balsem.
Lalu....
Dia lumuri pisang itu dengan balsem.
Gue mau ketawa, tapi gue pura-pura ga liat.
Anip nyodorin pisang itu ke gue.
Gue nyengir, terus gue ketawa-ketawa pelan. Gue bilang udah kenyang.
Dia nyodorin ke kakak gue. Dan dengan khilafnya.
Kakak gue langsung makan pisang itu dengan nikmat.
Sadap. Dan kelanjutan ceritanya udah bisa ketebak.

Dan ada banyak lagi. Bahkan beberapa bisa dibilang cukup kejam.

Soal selera.
Selera musik, makanan, fashion, dan bacaan favorit. Hampir selalu sama.


Oh iya. Balik lagi soal tweets-tweets si anip.
Jadi si anip itu lagi ngegalauin jurusan kuliahnya....
Disitu dia ngetweet katanya dia udah minta izin bokap tercinta untuk ngambil jurusan musik.
Tapi bokap langsung ngomong kata-kata yang bikin anip shock. bahkan gue juga. dan joni juga. (huh wtf? siapa joni?)
"MAU JADI APA KAMU?"
jengjengjeng. Berasa sinetron abis....
Untungnya abis itu bokap ga ngambil naga..
Dan anip juga berkeluh kesah. Dia curcol abis-abisan di twitter tentang keyakinannya dengan jurusan yang dia ambil...
Urgh.
Anip emang cinta banget sama musik.
Bukan. Bukan karena idung dia mirip terompet.
Tapi mungkin dari kebiasaan, lingkungan dan muncul lah hobby dia itu.
huUuUuuUuUUu...

Gue gabisa banyak komentar. Gue cuma ga nyangka aja.
Tapi dari situ. Gue bisa ngucap kata-kata syukur.
Alhamdulillah yah.... Mungkin disaat cowok-cowok seumuran dia punya hobby beli jarum suntik atau ngerokok atau apalah.
Dia punya hobby yang menurut gue ga sia-sia, dan bisa bikin orang lain nyaman sama dia juga.
Gue demen banget kalo dia lagi akustikan di kamarnya dan nyanyi lagu-lagu yang mellow.
Bukan. Bukan mellow yang kaya lagu-lagu matalinga......
Terus juga kalo dia lagi siul-siul sendirian di kamar mandi.
Dan kalo dia lagi ngaca di kamarnya, dengan perlengkapan bandnya. Bersiap-siap buat tempur di medan perang yang emang "dia banget".

Yah.... Gue cuma bisa berharap anip ga patah semangat.
Gue cuma bisa berharap anip bisa terus kejar mimpinya.
Gue cuma bisa berharap anip bisa gak galau lagi.
Gue cuma bisa berharap anip ga ganti nick fbnya jadi "aNiepH GaLauWh mAuuUurGh aMbiL jUruSan ApUaH". Buset, nama apa judul novel tuh.
Gue cuma bisa berharap suatu hari nanti anip bisa bawa bukti. Bahwa mimpi nya bukan hanya sekedar mimpi. (gue gatau gue ngomong apaan)
Dan....
Gue cuma bisa berharap. Semoga saat gue harus seperti anip. Menentukan jurusan gue kelak nanti.
Gue ga galau kaya gitu. Gue udah bisa yakin. Gue udah bisa ada rancangan tentang jurusan itu.
Huhhhh... Jadi galau mau masuk SMA mana.




Minggu, 28 Agustus 2011

"Before you, my life was like a moonless night. Very dark, but there were stars points of light and reason....And then you shot across my sky like a meteor. Suddenly everything was on fire, there was brilliancy, there was beauty. When you were gone, when the meteor had fallen over the horizon, everything went black. nothing had changed, but my eyes were blinded by light. I couldn't see the stars anymore. And there was no more reason for anything"

(Twilight)

Minggu, 14 Agustus 2011

mau dibawa kemana angkot kita \(O_o)/

KEMARIN GUE HAMPIR DIBAWA KE TEMPAT MAKAN SAMA SUPIR ANGKOT -_-

oke. pikiran jangan kenama-nama dulu.
itu sebenernya emang gara-gara salah gue
jadi gini ceritanya..........................

Kemarin pagi, jam 8. Gue mau capcus ke sekolahan, mau ngurusin bukber kelas.
Dan akhirnya gue penumpang sendirian di angkot itu.
Gue sih udah biasa. Emang sekolah gue rada ke ujung di seberang sana.
Terus yang bikin anehnya..
Tiba-tiba di tengah-tengah perjalanan, angkot yang gue tumpangin belok ke jalanan yang gue gatau arahnya kemana \(O.o)/
Gue kaget. Agak panik. Dan mulai nethink.


Gue coba buat berfikiran yang baik-baik. Mungkin ini jalanan baru, mungkin untuk ngindarin macet, mungkin mau ngisi bensin, mungkin dia mau nengokin sodaranya dulu. ARGH mungkin....
Eh. Lama kelamaan jalanannya makin sepi, dan mulai gaada kendaraan.
INI DIMANA????

Gue panik banget, tapi gue tetep mingkem dan ga bersuara.
Gue udah siap-siap mau pecahin kaca, langsung lompat dari pintu, dan kalo abangnya nengok mau gue lempar pake sepatu...
Tiba-tiba tuh abang angkot endut itu nengok ke belakang. Dan malah dia yang ekspresi mukanya kaget !
Gue udah was-was. Lempar sepatu atau pecahin kaca. Gue galau banget disitu.
Dan abang angkotnya bilang....
"Lho? masih ada satu orang lagi tho? maaf ya neng abang kira udah gaada penumpang, tadi abang mau makan ke arah sini. Lagian si eneng malah ga ngomong..."


abcdefghijklmnopqrSHITMEN.
Gue tengsin abis. Akhirnya angkotnya muter ke jalan yang sebenernya.
Gue cengo. ketawa-ketawa sendiri. dan mulai ngata-ngatain diri sendiri.
MALU-MALUIN.


Gimana coba kalo tadi kaca angkotnya beneran gue pecahin???
Gimana coba kalo pipi tembem abangnya beneran kena cipok sepatu gue????
Gimana coba kalo gue luka-luka gara-gara nekat lompat dari angkot itu???
Gimana kalo akhirnya gue malah ngebatalin puasa bareng abang itu????
Gimana kalo abang angkotnya pake kozui slimming suit????
Gimana kalo anang kawin sama ashanti????
AURGH.

Dari kisah gak minyi gue itu. Gue ambil hikmah... bahwa ternyata terkadang berteriak di dalam angkot diperlukan juga................................

Sabtu, 06 Agustus 2011

i will miss this moment

suatu saat gue pasti bakal kangen berat sama masa-masa kaya gini....




"saat ada jam kosong dan banyak yang asik ngerumpi di pojokan kelas. ke kantin. ngerjain PR. dan banyak juga yang sibuk nyanyi-nyanyi sampe suara parau.. menggalau...

saat jam pelajaran. mulut udah pengen banget makan nasa. atau minum es teh. atau sekedar pengen ngemut permen mint. dan akhirnya keluar juga jurus itu. pura-pura ke kamar mandi. dan akhirnya malah ngabur ke kantin.

saat istirahat. semua berhamburan keluar kelas. ada yang ke kantin, ke warsel, dan ada sedikit komunitas kecil yang ke masjid untuk sholat..

saat saat sebelum bel masuk sekolah bunyi. semua anak mengerubung di satu meja. menyalin isi dari buku tulis seseorang. semua cepat-cepat mengerjakan. sekali-kali terdengar teriakan dan jeritan kecil dari mereka. "Penghapus dong!" "eh geser kek!" "aduh lo nyoret buku gue!" "eh gece dong gurunya udah mau masuk!" "eh buku gue awas sampe robek" "@%^%&*"

saat guru menerangkan. kadang situasi terkendali, hening. dan kadang juga ribut sana sini. lalu muncul kata-kata pamungkas dari guru "ada yang mau bertanya?" atau "mengerti anak-anak?"
dan serempak seluruh murid menyorakkan kata-kata "tidak ada buuuu" atau "jelaaaaaaaas"
lalu guru mengeluarkan lagi senjata andalannya. "baiklah. kalau begitu ibu yang bertanya..."

guru : baik. pertanyaannya, apa bla bla bla bla bla bla. ada yang mau menjawab?
A : *nyenggol B* woy ngerti gak?
B : *ngebuka-buka buku* kagak :D *nyengir*
A : widih sama kita :D tos dong (?)
B : TOS ! Horeee :D

saat ulangan. berbagai macam reaksi murid dilakukan. ada yang membuat catatan kecil di kertas yang dilipet-lipet kecil, ada yang 'mentato' tubuh dengan catatan pelajaran, ada yang dengan santainya menaruh buku pelajaran di kolong meja.
singkatnya mencontek.
namun. tak sedikit yang berusaha. mereka yang berusaha, ada yang menghafal catatan, ada yang mengingat-ngingat rumus, ada yang panik karena belum siap sambil garuk-garuk meja, ada yang terus-terusan ngelap keringet karena nervous.

saat jatuh cinta.... si dia lewat depan kelas, mata otomatis melirik ke arah pintu kelas, mengikuti sosok dia yang berjalan dengan coolnya B).
saat di kelas pun memikirkan semua tentang dia, menulis-nulis nama panjangnya di belakang buku tulis. bahkan ada yang menulis namanya di pergelangan tangan.
dan begitu banyak hal manis yang akan dikenang saat-saat jatuh cinta di sekolah......

saat pemilihan ketua kelas.
guru berkata, "apa ada yang mau mengajukan diri sebagai ketua kelas?"
berbagai macam reaksi murid.
ada yang menunduk pura-pura tertidur agar tidak ditunjuk, ada yang diam menengok ke seluruh penjuru kelas, ada yang mencoret-coret buku sok sibuk, ada yang iseng menyebutkan nama temannya untuk dikorbankan, ada yang mengacungkan tangan dengan beraninya.........

saat-saat pemilihan OSIS, rapat simulasi, pemilihan ketua osis, LDK, MBS, Pensi, Seminar, DLL.....

dan banyak lagi :')"


tinggal beberapa bulan lagi gue bersekolah di SMP ini.
udah 2 tahun gue belajar di sekolah ini :'D
ada banyak kenangan manis, pahit, sampe pekatnya sekolah ini.

gue akan merindukan seluruh sudut sekolah ini.
tempat nasa yang terpencil tapi selalu dipenuhi anak2.
empang yang kadang suka jadi tempat mancing guru -_-.
warsel yang menjual seluruh keperluan sekolah dan selalu rame.
perpustakaan yang ramai hanya pada saat awal semester, akhir semester, dan saat ekskul jurnalistik.
lapangan yang tidak pernah sepi untuk jadi tempat bermain murid.
bawah pohon ceri yang selalu jadi tempat nongkrong, tempat curhat, dan tempat makan bekal yang asik.
panggung yang gapernah gaada murid untuk tempat istirahat.
dan banyak laaaaaaaaaaaaagi :D

i will miss u sempel :'3