Pages

Minggu, 27 Oktober 2013

OK-tober

(Hari ini hari Blogger Nasional. Dan inilah postingan pertama saya di bulan ini, pemalas sekali -sial).
 
Hey, Oktober. It's been a month of hard work, sweat, and full of surprise.
Di awal bulan, gue disibukkan dengan Ulangan Tengah Semester. Dan sepertinya hasilnya tidak mengecewakan, hard work pays. Huehe semoga.

Selain tentang ujian, sekolah dan setiap partikel tentangnya sedang lekat sekali dengan kehidupan gue.
Kelas 2 SMA, mungkin adalah masa-masa di mana gue nemuin hal yang bikin orang bilang “masa sma itu masa paling indah.”
Suer, ini bukan tentang gimana gue ngalamin masa-masa “cintanya-AADC-ketemu-sama-rangga-kemudian-jatuh-cinta”. Bukan pula percintaan dua sejoli layaknya Galih dan Ratna.
Enough about love story. I don’t give any attention of that kind of thing, rite now.
#kaloenglishnyasalahmaapinyahkawan-kawan

Kelas yang tadinya gue kira “anjir-gaasik-abis”. Jadi salah satu kelompok sosial yang unik yang pernah gue masuki.
Tiada hari tanpa main.
Entah itu permainan kartu seperti UNO, mainan jempol, main konsentrasi, main abc5dasar yang berakhir dengan taktikbumwer, main bingo… Permainan yang mungkin pantesnya dimainin sama anak sekolah di seberang sekolah (SD Kabar 7).
Gue sebangku sama Oca. Yang kulitnya sangat sensitif, sekali lagi SANGAT sensitif- karena disentuh dikit dia teriak-teriak kegelian sendiri.
Well. I’m having so much fun in this class. 
...
Menyambut bulan bahasa, gue mengikuti salah satu lomba di sekolah.
Lomba cerpen bertemakan Passion of Endemic Life. Bercerita tentang hewan langka.

Jarang banget gue ikut lomba, lomba terakhir yang gue inget adalah lomba masukin paku ke dalam botol waktu gue kelas 6SD.
Yeah. Udah lama sekali.
 
Tapi, kali ini gue gak berhadapan sama botol dan paku yang diikatkan di pinggang gue.
Gue berhadapan dengan lembaran kertas kosong dan pulpen di tangan. Juga imajinasi gue sendiri, tentu.
Gue bercerita tentang bagaimana Ibu Orang Utan menjaga dan merawat anaknya sendiri.
Mungkin kalo gue gak males (hehe) bakal gue tulis di sini. 
Dan, baru aja kemarin.
Gue mengikuti Greenive Fest’13. Banyak sekali hal menarik di sini, dan tentunya salah satu dari hal itu adalah tampilnya NAIF di sore hari sebagai penutup acara.

 
Rasanya pengen ngelapin keringetnya David.
Ehm.
 
Dan pada pembukaan acara tersebut, sempet ada pengumuman dan pembagian hadiah lomba bulan bahasa.
Gue kaget juga karena gue masuk dalam jajaran pemenangnya. Gue meraih juara kedua di lomba cerpen tersebut.
Akhirnya gue inget lagi rasanya memenangkan lomba..

 
And the last  but not least thing, yang mau gue ceritain di postingan ini adalah..
Kejutan ulang tahun dari keluarga.
Iya, gue ulang tahun kemarin. My 16 my age.
 
 
Dan terakhir kali ultah gue dirayain seperti itu mungkin pas gue masih batita.
Biasanya, kita pergi makan di luar. Atau kejutan ultah itu berganti menjadi materi atau barang yang gue ingini.
Tapi, tahun ini..
Nyokap berinisiatif merayakan ultah gue.
 
Nyokap, bukanlah orang yang pandai menyembunyikan sesuatu.
Jadi, sebenarnya. Sebelum kejutan itu terjadi- gue udah tau.
Tapi, yaudah gitu. Gue gak bilang apa-apa.
Pulang dari greenive, leyeh-leyeh di kamar balesin ucapan. Tiba-tiba nyokap ngetuk pintu dan nyuruh gue ke bawah.
 
Saat menuruni tangga rumah. Nyokap lagi buka kotak kue.
Kami berempat (Ibu, Bapak, Aa’) berkumpul di ruang tengah.
Bapak memulainya dengan menyanyikan lagu ulang tahun (ooh, it’s a best song ever).
Ibu menancapkan dan menyalakan lilin. Aa’ duduk diam dan mengamati.
 
 
 
“Selamat ulang tahun. Semoga semakin dewasa, semoga makin pinter. Semoga bisa masuk universitas..”
“Gajah Mada.”
“Ya.. Universitas negeri tujuan. Inget sholatnya, ibadahnya jadi tanggungan adek sendiri sekarang.”
Rentetan doa’ dari Bapak yang tbh tidak gue ingat semuanya, gue aminkan.
 
Gue pun meniup lilin dan memotongnya. Ibu sibuk memotret gue dengan blackberrynya.
“Nanti fotonya kirimin ke Kakak ya dek, dia mau liat.”
 
Meski tetap ada rasa sedih, karena Mamah (nenek) gak bisa ikut dalam acara potong kue itu. Dia terbaring sakit di ranjangnya, tubuhnya semakin lemah.
Tapi untungnya, malam itu dia tetap bisa ikut makan potongan kue tersebut. Disuapi oleh anak perempuan bungsunya, Ibu.
 
Jadi, seperti itulah malam ulang tahun gue. Makan kue bersama orang-orang yang sudah mengenal gue sejak tangisan pertama gue. Ah bahkan, sebelum itu. Masa-masa di mana gue masih dalam kandungan.
 
Mereka yang setiap hari harus sabar ngadepin sifat-sifat gue. Manjanya gue, keras kepalanya gue, dan bagaimana moody nya gue. Yang mungkin,  bikin orang lain kegerahan atau mungkin gak tahan sama gue.
Mereka bukan sekedar penghuni rumah, mereka lah definisi rumah itu sendiri.
Tempat gue melepas lelah. Tempat gue berteduh. Tempat gue selalu pulang.
 
 
Banyak sekali hal baik dan buruk yang terjadi selama pergantian usia gue dari 15 ke 16 tahun.
But, there’s always good things in a bad things.
Begitu banyak perpindahan. Begitu cepat perubahan.
Dan mengutip kalimat dari Manusia Setengah Salmon, bahwa Hidup adalah Perpindahan.
Cepat atau lambat, siap atau tidak. Gue harus selalu siap berpindah.
 
Happy birthday Tyas Hanina. Thank you for being You.