maafkan aku,
presensimu sulit untuk menempel di kepalaku.
seperti nama cekungan yang terletak di antara hidung dan mulut.
berkali-kali ku cari tahu, terus menerus ku langsung melupakannya.
aku kerap lupa untuk mengingatmu.
makanya, jadi lebih mudah untuk diingat ya?
jangan rumit-rumit, aku jadi ingin menyederhanakanmu.
terimakasih,
masih menerima diriku yang tak pernah bisa menerima kamu ada apanya
Sabtu, 07 Januari 2017
Filtrum
Jumat, 06 Januari 2017
I'm Dating
Pernah gak sih mikir, bagaimana manusia begitu terobsesi untuk tidak hidup sendirian?
Ah, koreksi, untuk tidak kesepian.
Karena, kadang makna "sendirian" itu sendiri terlalu rancu untuk dijelaskan.
Sendiri bukan berarti keadaan di mana kamu tidak bersama orang lain. Menurutku, makna sendiri lebih dalam dari itu.
Mengutip sepenggal kalimat yang Murakami tulis di bukunya "Sputnik Sweetheart" :
Ah, koreksi, untuk tidak kesepian.
Karena, kadang makna "sendirian" itu sendiri terlalu rancu untuk dijelaskan.
Sendiri bukan berarti keadaan di mana kamu tidak bersama orang lain. Menurutku, makna sendiri lebih dalam dari itu.
Mengutip sepenggal kalimat yang Murakami tulis di bukunya "Sputnik Sweetheart" :
"Why do people have to be this lonely? What's the point of it all?
Millions of people in this world, all of them yearning, looking to others to satisfy them, yet isolating themselves.
Why? Was the earth put here just to nourish human loneliness?"
Label:
lagiserius
Jumat, 30 Desember 2016
message to myself
what i've written here is a message to myself
Tidak perlu label apapun untuk menggambarkan dirimu,
Lakukanlah apa yang kamu mau,
Dimaknai seperti apa kamu nantinya, tidak perlu tahu.
Lakukanlah untuk dirimu, tanpa takut dicap ini itu.
Lakukanlah karena dirimu, bukan untuk dikenang ono dan anu.
Ingatlah sepenggal kalimat ini selalu ;
"Buku yang ingin kamu tulis? Tak 'kan mampu menulis dirinya sendiri.
Bahasa yang ingin kamu kuasai? The vocabs are not gonna line up inside your frontal lobe by themselves.
Instrumen musik yang ingin kamu pelajari? Well, you get the drift!
Tempat yang ingin kamu kunjungi? Just go."
i toss it into the air, like a boomerang
Biarlah orang lain memaknaimu apa saja,
Tapi jangan jadikan itu justifikasi atawa pembenaran dari apa yang kamu lakukan atau sekedar percayakan.
but the boomerang that returns is not the same one that i threw
Maknamu lebih dari itu,
Mereka tak 'kan sanggup untuk meraihnya.
(Bahkan dirimu sendiri)
Jangan mencari orang lain untuk mencari dirimu sendiri.
be free,
be You,
to the one who is still struggling to love herself :
Tyas Hanina
*
*
*
Tulisan ini adalah lembar terakhir di tahun 2016.
Minggu, 04 Desember 2016
Sialan
Kemejanya digulung hingga siku.
Sesekali ia menjetikkan abu rokok
di tangannya.
Nada bicaranya sombong sekali.
Dia tahu,
bahwa dia tahu hampir segala hal.
bahwa dia tahu hampir segala hal.
Namun, ada satu yang luput dari pengetahuannya.
Dia tidak tahu,
dia menarik.
dia menarik.
Setidaknya untukku.
Sesekali aku menundukkan kepalaku.
Mataku menyusuri ruangan.
Mencoba menemukan apa yang bisa kuperhatikan,
selain dirinya.
selain dirinya.
Sialan!
Aku melupakan satu hal yang penting.
Aku melupakan satu hal yang penting.
Hati selalu punya aturannya sendiri.
*
*
*
Honestly,
I crave the deepest connection with others.
But, it’s hard for me to trust, to let anyone in.
But, it’s hard for me to trust, to let anyone in.
Jumat, 25 November 2016
"Nanti kalo gue punya anak.."
“Nanti kalo gue punya anak.. kalo cowok mau gue suruh les masak. Kalo cewek gue suruh les drum.”“Keren tuh pasti.”
Label:
lagiserius
Minggu, 20 November 2016
pulang
Semakin aku menua,
Rumah kehilangan batas definitnya.
Bahkan, aku kesulitan untuk mendefinisikannya.
Rumah bukan lagi perihal bangunan. Bukan pula perihal ruang.
Definisinya menjadi sangat elastis, seolah bisa kutarik
sampai ujung dunia.
Aku selalu merasa ingin pulang.
Pulang.
Pulang.
Pulang.
Seakan ada yang selalu membisikannya bagai mantera di telingaku.
Melebur aku di hiruk pikuk kesibukan yang ku buat-buat.
Di tengah-tengah obrolan yang tidak perlu.
Di antara hal-hal bodoh yang terkadang lucu.
Life is great. I’m surrounded with a bunch of good people.
Tapi, aku tetap ingin pulang.
Mungkin, bahwasanya.
Hanya aku yang tidak pernah merasa cukup.
Bahkan untuk diriku sendiri.
Apakah saat aku “pulang” nanti semua akan terasa masuk akal dan cukup
untukku?
Tapi, ngomong-ngomong,
Pulang ke mana?
Sabtu, 29 Oktober 2016
How to stop time?
![]() |
| Santolo, 28 Agustus 2016 |
I held on to close the sky's finally fall over me
I stood all to tall the ground's finally shake under me
I feel to the light they were more translucent than I knew
I feel into deep the truth knocks me flat down on the ground
I don't mind if the world crashes down
(Adhitia Sofyan)
Rabu, 26 Oktober 2016
Selamat
Joko Pinurbo bertanya dalam salah satu puisinya, “Apa beda
selamat jalan dan selamat tinggal?”
Namun, aku jauh lebih penasaran.
Apa yang menjadi pertimbangan semesta untuk meramu sebuah
pertemuan dan perpisahan?
*
Toh, katanya keduanya sama-sama dilambangkan oleh lambaian
tangan.
Lalu, bagaimana dengan pertemuan yang tidak disengaja? Atau
bahkan tidak diinginkan?
Kemudian, bagaimana dengan perpisahan yang tiba-tiba? Tanpa
adanya sesuatu yang menginsyaratkan?
Lambaian tangan.
Hah.
Bahkan sebuah sapa dan salam pun enggan diucapkan.
Boro-boro, kalimat selamat ulang tahun disampaikan.
*
Sudahlah, Mas Joko.
Usahlah bertanya-tanya sesuatu yang jawabannya tak pasti.
Janganlah mengira-ngira sesuatu yang berhubungan dengan
hati.
Nanti yang ada, Mas Joko malah pusing sendiri.
Seperti saya saat ini.
*
*
(Usai saya mempublikasikan tulisan ini,
Semesta mengajak saya bercanda sepertinya.
Rupanya,
Datang pesan darinya.
Selamat ulang tahun, katanya.)
Langganan:
Postingan (Atom)




