Pages

Senin, 27 Februari 2012

hati ditengah senja

aku merasa buruk saat aku selalu ada didekatmu
saat aku melakukan hal yang sewajarnya, hanya denganmu
berbicara, bertingkah konyol, dan bercerita satu sama lain
ya, rasa ini begitu istimewa di sudut mataku
hatiku berkata ini buruk, karena logika ku menjerat segala keistimewaan ini
kadang aku terdiam di tengah indahnya rasa yang ku nikmati
kadang aku… aku merasa lugu, dan bodoh tentunya
setelah kurasa aku cukup untuk membisu, aku menyadari satu hal
bahwa aku tak akan bisa memilikimu.

panas terik ini, sangat menyengat ubun-ubun kepalaku
langkah kakiku semakin berat, seperti digantung sebuah bayangan
segera aku seka deraian keringat yang membanjiri kening ini
dengan pantulan mentari, aku melihat sosokmu yang lagi-lagi membuatku semangat
bagaimana mungkin kau memberiku air dari dahaga dengan secepat ini?
bagaimana bisa kau mengisi segala energi yang hampir habis oleh ketakutanku?
lalu aku bangkit, ingin menyapamu, atau sekedar menanyakan hal yang bisu

sekuat hati aku mendekat, ditambah senyuman halusmu yang menyapaku riang
cahaya ini, keyakinan ini, dan keinginan kita bersama disuatu masa nanti
diatas semua ini, aku bersungguh menghampirimu, meski aku lelah.

namun ditengah kesungguhanku, layaknya jeruji menghalangi langkah ini
aku tersentak oleh diam, dan terpaku, tak bisa berkata
kini aku melihatmu, semakin menjauh.

aku terlambat mendatangi sosokmu, dan secepat itu bayangmu menjadi semu
rasanya seperti bersusah payah lalu terhempas
aku-pun tersiksa oleh perasaan ini
dan aku kembali menyadari, bahwa aku terluka oleh bayangan.

aku menganggapmu ada, sedangkan kamu layaknya fatamorgana
aku menyayangimu, sepenuh hati. namun kamu hanya separuh dari itu
aku memegang teguh janji kita untuk bersama, tapi kamu yang terdahulu pergi
inikah balasan terpantas atas segala air mataku?
hingga kini aku tak habis pikir
bahwa aku sebodoh ini.
pada sebuah harapan, yang palsu.
(ditulis oleh : syahrani maulida lubis)


Puisi ini dibuat untukku. Untuk keluh kesahku dan cinta semuku di masa lalu.
Pria dibalik senja.
Pria yg sempat membuatku begitu terbuai.
Pria yg sempat membuatku rela menunggu lama.
:)
How about now?
Gue udah berhenti mengejar senja. Tanpa gue kejar pun senja selalu ada, selalu bisa gue liat keindahannya.
Dan senja, memang bukan untuk gue miliki sendiri.
Hehe.
Tapi gue tetap mencintai senja. Senja dalam arti sesungguhnya.
Bukan pria itu lagi, dengan segala bayang-bayangnya yang sempet bikin gue hampir gila :D

Jumat, 24 Februari 2012

Malam.
Lama tak berjumpa. Lewat sapaan pendek atau kata-kata canda.

Maaf aku sering mengabaikanmu dan tidak mengurusmu belakangan ini :')
Sebenarnya, aku sering menengokmu.
Tapi aku menahan diriku sendiri untuk mengabari keadaanku saat ini kepadamu.
Ada banyak hal yang kuutamakan. Dan terpaksa mengesampingkan cerita-ceritaku.

H-58

Itu. Angka-angka itu.
Dia yang membuatku seperti ini.
Jadi, kalau kau geram jangan kepadaku.

Aku harus belajar. Untuk diriku sendiri.
Aku rindu kamu, aku ingin bergurau denganmu. Untuk diriku sendiri.
Semua yang kulakukan dan kuinginkan untuk diriku sendiri.
Tapi aku harus membuat prioritas.

Dan aku memilihnya..... Pelajaran.

Maafkan aku jika itu membuatmu terluka. Sungguh, bila mampu aku tidak ingin membuatmu kecewa.
Tapi jika memang benar sayangmu padaku, bisakah kau relakan waktuku untukmu. Dan memaafkanku karena memilih bercengkrama dengan angka-angka itu? :')

udah ah makin sinting gue

Ya. Jadi. Intinya. Gue. Mau. Mengabaikan. Blog. Ini. Sementara.
Sebenernya gue juga udah kangen berat.. Jadi gue menuntaskan kangen yang bertubi2 ini pada lembaran-lembaran kertas :').
Sekalian latihan mengubah tulisan tangan menjadi lebih enak dipandang.

Tugas numpuk. Persiapan ujian belum benar-benar matang. Akhir-akhir ini ketiduran terus, dan telat pengayaan terus. Gak punya duit. Masih Jomblo. Fakir asmara tapi bukan pengemis cinta...

Itu aja kabar dari gue.
Wassalam :')

Minggu, 29 Januari 2012

Warna & Langit


Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut (Wikipedia)


Apa yang kamu fikirkan tentang warna?

Kebersamaan? Keindahan? Keunikan? Atau bahkan tak mempunyai arti tersendiri.
Ada beberapa warna yang sangat kita gemari.
Dan warna yang kita gemari itu kadang kita pakai untuk warna barang-barang favorit kita, atau bahkan untuk penggambaran hati kita sendiri.

Gue sendiri sangat menyukai warna biru

putih 

dan juga abu-abu


Dan gue punya formula ajaib untuk menyandingkan ketiga warna itu menjadi dua warna. Dan formula ini, begitu mengandung arti..

Formula yang pertama adalah saat warna biru disandingkan dengan warna putih.
Hal yang pertama gue fikirkan adalah.. Sang langit dan awan.
Juga seragam SMP yg sudah hampir 3 tahun gue kenakan setiap harinya..

Siang itu, Jum'at 27 Januari 2012. Gue mulai gelisah menunggu Fataya memulai pidatonya.
Dan mulai membiarkan mata gue menjelajah kemana-mana.
Gue memperhatikan banyak hal. Dari mulai anak-anak cowo yang sedang sibuk bermain bola. Fataya dan anak-anak lainnya yang sibuk bersiap untuk pidatonya. Dan kembali lagi kepada kebiasaan gue... Memperhatikan gelagat sang awan yang sedang "bercanda" bersama langit.
Panasnya memang cukup terik. Tapi gak menutup kemungkinan, sore hari atau malam nanti akan turun hujan.
Hmm..
Birunya langit, putihnya sang awan dan teriknya matahari siang ini. Mengingatkan gue pada kali pertama gue menatap sang langit di sekolah ini.
Saat itu, hari pertama Masa Bimbingan Siswa (MBS). Gue yang mulai gerah dijemur di lapangan dengan terik matahari yang memuakkan. Mendongak ke langit dan mengeluh dalam hati akan panas matahari saat itu. Dan dengan setengah hati, mendengarkan omelan para kakak-kakak pembimbing MBS..
Warna sang langit juga sang awan tidak berubah. Langit tetap dengan biru teduhnya, Awan tetap dengan putih sucinya, dan Matahari pun tetap gue keluhkan teriknya.
Langit emang gak pernah berubah.
Seragam putih biru ini bahkan mulai memudar warnanya dan mengecil ukurannya. Diri ini pun perlahan-lahan mulai beranjak dewasa.
Gue pun tersenyum. Ketika lagi-lagi langit memberi gue banyak pelajaran dan makna.
Huh. Gue benar-benar jatuh cinta pada langit. Dia memberi gue keberanian untuk menerka-nerka, bermimpi, dan membuat cita-cita.
Gue menoleh kembali kepada anak-anak yang sedang bersiap-siap berpidato. Gue perhatikan mimik wajah dan gerak gerik mereka.
Ada yang sibuk menghafal naskah, ada yang teriak-teriak heboh saking deg-degannya, ada yang cengar-cengir gak jelas, ada yang malah nari piring, ada yang ngejilatin kuah indomie, malah ada yang sibuk menyetrika.
Wah pada sibuk-sibuk banget ya mereka :D
Lagi-lagi gue tertegun, dan fikiran gue berkata..
“Mungkin suatu hari nanti, temen-temen gue yang sedang sibuk pidato ini akan menjadi seorang Orator yang hebat. Yang sibuk meneriakkan kepeduliannya pada bangsa. Dan bukan hanya sekedar berkata-kata...”

Dari dua unsur warna yang gue sukai ini. Gue mendapatkan banyak makna dan pembelajaran.
Gue belajar dari warna biru langit& putih awan, warna seragam yang memudar, dan lain-lainnya.

Lalu bagaimana dengan formula lainnya?
Formula yang satu lagi adalah ketika warna abu-abu disandingkan dengan warna putih.
Putih dan abu-abu.
Seragam SMA. SMA yang gue impikan.
Itu yang terbayang di fikiran gue.
Dan jika dihubungkan dengan langit. Yang gue fikirkan adalah warna langit ketika digelayuti oleh mendung. Mendung yang kata orang berwatak sendu, tapi bagi gue.. Mendung selalu menyimpan keindahan dan maknanya sendiri.

Bukankah setelah kita menunggu mendung reda, atau ketika mendung berubah menjadi hujan yang nyata. Akan ada pelangi yang mengiringinya?


Gue emang belum tau pasti, akan bagaimana warna dan suasana langit juga sekolah gue di SMA nanti.
Akankah sama warna & suasananya?-
Mungkin akan “beda”. Tapi gue yakin sama-sama berwarna.
Cerah atau suramkah warna yang gue dapat. Itu tergantung pada diri gue sendiri.

Hihi. Jadi ngetik sepanjang ini :D
Langit dan warna emang selalu bikin gue lupa diri ketika bercerita maupun bermimpi.
Uhm. Sampai jumpa nanti.
Semoga kita sama-sama mendapatkan warna yang indah dan langit yang cerah yaaa ;;)

Sabtu, 28 Januari 2012

Keadaan otak gue memprihatinkan.
Atau mungkin lebih tepatnya adalah sikap malas gue benar-benar mematikan.

Dari kemarin, bokap selalu menyindir kelakuan "bodoh" anaknya ini.
Dari mulai yang halus.
Sampai yang bikin gue meringis..
"Nanti kalau sampe gagal masuk sekolah tujuan. Baru nyesel...."
Dan lain-lainnya.

Sampai pada akhirnya. Pagi ini gue mulai dari "zona nyaman" gue selama ini.
Dan berguru matematika pada bokap tercinta.
Hasilnya selama 2 jam lebih... Otak gue melepuh.
Gue udah mau menyerah. Dari telinga keluar darah. Dan ariel peterpan pun datang kerumah.

Urgh.
Dibanding fokus pada angka-angka dan rumus-rumus yang ada di papan tulis. Serta penjelasan-penjelasan dari bokap tentang itu semua.
Gue lebih fokus akan kata-kata bapak akan sisi gelap matematika.
"Matematika itu gak bisa dihindari. Dia pasti akan muncul terus. Jadi salah kalau membenci matematika...
Pernah ada temen bapak diwaktu sekolah, dia benci sama matematika. Dia memutuskan untuk menghindari jurusan yang berhubungan sama matematika, dan memilih ilmu jiwa <psikologi>.. Tapi ternyata, di akhir mata kuliahnya dia ketemu matematika juga. Hahaha."
Dan bokap gue ketawa. Bahagia sekali. Dia emang cinta banget sama matematika. Begitu lain dengan anaknya.
Gue pun ikut tertawa. Dengan frekuensi yang berbeda dari tertawa gue yang biasa...
Bokap pun melanjutkan omongannya.
"Rasain itu aa' bakal ketemu sama matematika lagi."
"Emang anip mau ngambil psikologi pak?"
"Kayanya..."
Dan ketawa lagi... Urgh.

Gue pun merenungkan omongan bokap.
Jika memang tak bisa dihindari dan harus dihadapi. Gue emang gak punya pilihan untuk membenci.
Meskipun ada kesulitan dan keengganan untuk menerjang badai angka ini.
Gue harus berjuang :D

86 hari lagi

Rabu, 11 Januari 2012

what's wrong? :')

Rasanya sangat tidak mengenakkan, ketika seseorang yg sudah membuat kita terbiasa akan kehadirannya.
Sekarang terpaksa kita harus terbiasa tidak berada di dekatnya.

Rasanya sangat tidak menyenangkan, ketika seseorang yg biasa kita dengar suaranya, biasa kita dengar candaannya, dan biasa kita dengar keluhannya.
Sekarang terpaksa kita hanya bisa berharap untuk mendengar sapaannya.

Terkadang hal-hal yang sudah kita anggap "biasa" dalam keseharian kita, suatu hari akan menjadi hal yang luar biasa kita rindukan.

Hey. Sebenarnya ada apa?
Masing-masing dari kita selalu mengatakan yang lainnya menjauh.
Masing-masing diam-diam menyimpan lukanya sendiri dalam hati, menyebabkan keengganan untuk menyapa, apalagi untuk bertanya tentang keadaan yang sebenarnya.

Kerenggangan di hubungan ini muncul karena apa?
Apa karena minimnya kebersamaan kita?
Atau karena kesalahpahaman semata?

:')


Hey. Serusak apapun komunikasi kita saat ini, serenggang apapun hubungan kita, separah apapun kesalahpahaman yang ada. Kau tetap sahabatku.

Minggu, 01 Januari 2012

postingan di tahun yang baru

Well, mari kita fokuskan kepada apa yang akan kita raih di tahun ini. Bukan memfokuskan diri untuk flashback hal-hal di tahun kemarin.

Banyak orang yang sibuk membuat impian dan harapannya masing-masing di awal tahun.
Itu semua tergantung pribadi masing-masing orang akhirnya.
Semua harapan itu terkadang hanya jadi sebatas kata-kata keinginan yang terucap begitu saja, dan tak lebih dari kata-kata. Tidak ada upaya untuk membuat kata-kata itu nyata.
Dan ada juga orang-orang yang dengan gigih berusaha mengubahnya nyata. Orang-orang seperti itu sangat gue kagumi. Karena tidak mudah untuk mengubah "kata" menjadi "nyata".

Gue sendiri.. Gue termasuk orang yang mana ya?

Hmm.. Tidak mudah juga rasanya menilai diri sendiri. (Walaupun gue orang yang dikit-dikit-intropeksi diri sendiri ketika mulai menemukan ketidakpuasan orang lain kepada diri gue, walau seringnya terlihat gue gak peduli omongan orang dan tidak tau omongan mereka.)

Gue juga tidak tau jawabannya.

Yang gue tau. Gue itu pemikir, dan otomatis seorang pemimpi. Gue punya banyak sekali mimpi-mimpi yang absurd dan keinginan-keinginan simpel.
Sebagai contohnya : Tahun ini gue mau travelling ke dalam negeri, ke pulau kecil yang tenang dan damai. Karena ngiler membaca liburannya Trinitty di bukunya The Naked Traveller.
Atau : Gue pengen belajar gitar.
Absurd dan simpel sekali bukan?

Gue melakukan make a wish kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya di moment-moment tertentu, seperti ketika ulang tahun ataupun perayaan tahun baru.
Mengucapkan sepotong kata-kata harapan itu sering kali spontan.

Bahkan.. Ketika make a wish ulang tahun ke14 kemarin gue udah lupa make a wish apa, bahkan waktu itu gue sempet bingung sebenarnya apa keinginan gue yang mendalam di umur segini? Atau waktu itu karena terlalu bahagia dikelilingi orang-orang tersayang yang merayakan ultah gue?

Nah.. Gue seringnya make a wish ketika udah diujung suatu masalah, atau diujung kepenatan yang luar biasa. Gue mulai terlalu-sering-bengong dari kadarnya. Karena gue tukang bengong, dimanapun dan kapanpun. Dan didalam bengongnya itu gue punya khayalan yang ekstra bekerja.
Dan dari khayalan yang membutakan itulah, tiba-tiba sering muncul harapan-harapan aneh.

Dan kalau dipaksa jawab apa sebenarnya harapan gue untuk tahun baru ini.
Gue gak akan membuat harapan tentang ini :
1) Percintaan berjalan mulus. 
Hahahaha. Life is never flat man! Cinta yang rata-datuar-tawar itu selalu menemukan titik jenuhnya dengan cepat.
Lagian "mulus" untuk masing-masing orang itu berbeda.
Ada yang mengartikan berarti bebas macet. Ada juga yang artinya lenggang dan benar-benar kosong. Ada juga yang tak terlalu banyak polisi tidur. Huahaha.
Rasanya juga mustahil.
Justru ketika kita berharap lebih perjalanannya akan mulus banget, bebatuan kecil di jalanan yang kita lewati akan menjadi gangguan besar bukan?
Jadi ya... kalo gue apapun yang bakal gue dapetin dari cinta yang baru ya gue jalanin. Baik dan buruknya efek perjalanan bukannya itu yang akan dikenang?
2) Tubuh cepat tinggi  
Please. Jangan menghina kekurangan tinggi badan saya.
Gue udah cukup kesal, setelah hampir 3 tahun kenal dengan mahluk homo bernama Fajri Muhammad yang selalu saja mempunyai celaan tentang tinggi badan, dan menyebut saya dengan "gel", "cil", atau sebagainya.
Urgh. Padahal menurut gue tinggi badan gue ya gak kecil-kecil banget. Standart lah malah.
Dan kenapa ini tidak masuk daftar make a wish gue? Karena gue masih dalam masa pertumbuhan, dan gue "percaya" gue bakal tinggi.
3) Tayangan Spongebob Squarepants ada setiap saat di saluran manapun 
Karena gue nanti jadinya malah bosan nonton si spons kuning dan bintang laut pink itu muncul dinama-nama
4) Kenaikan gaji pembuat helm-helm di Indonesia 
Gue juga gatau kenapa, pokonya pas ngetik ini gue lagi ngeliatin helm kakak gue yang terongok malas di ujung rak sepatu.
5) Munculnya penemuan baru "penghilang getaran" untuk Tuk-Tuk atau Bajaj-nya Thailand 
Oke. Gue mau sedikit bercerita.
Gue baru saja seminggu menghabiskan waktu berlibur di Thailand. Dan semingguan itu 3-4 harinya gue sakit. Ngeselin bukan?
Dan berarti gue jarang berpergian kemana-mana disini. Kecuali ke lobby hotel, sarapan di hotel, ke kamar hotel sebelah, ke sevel eleven terdekat, beberapa kali ke Mall, dan ke apartemen bokap.
Dan rasanya supir taksi disini sombong-sombong banget!
Beberapa kali gue nyetop taksi di trotoar semua lewat begitu saja. Dan ternyata orang-orang sini taat peraturan, mereka hanya mau menaikan penumpang di tempat-tempat tertentu.
Dan kalo ogah nunggu dan jalan ke tempat taksi berada ya terpaksa naik Tuk-Tuk.

Abang Tuk-Tuk disini pun beraneka ragam. Gue suka memperhatikan jenis supir-supirnya. 
Ada golongan supir Tuk-Tuk gaul. Mereka ada yang pakai jaket hitam, berkacamata hitam. Dan bahkan ada yang berbehel! Warna emas lagi! Gue sempet takjub pas liat. Dan sempet terpikir di otak gue, jangan-jangan dia juga bisa shuffle?
Juga ada golongan supir Tuk-Tuk yang tua tua keladi. Udah kakek-kakek tapi bawa Tuk-Tuk nya kaga nahan bener! Seakan-akan gabawa penumpang kali ya, Tuk-Tuk dikebut sejadi-jadinya. Nah kalo golongan supir ini biasanya murah, cuma gue suka gak tega dan akhirnya ongkosnya dilebihin. 
Juga ada golongan supir Tuk-Tuk yang biasa saja. Bapak-bapak endut dikit, kumisan, pake kaos, pake celana, tidak makan helm, bukan penggemar spongebob. Ya pokoknya biasa aja. Tarifnya pun biasa. Bawa Tuk-Tuknya juga biasa, bikin gilaaaa.
6) Dibeliin Ibu Luxurious Massager 
Soalnya bapak udah beli dirumah. Dan emang enak banget buat pijat. Apalagi yang di punggung sama telapak kaki. 
7) Ketemu Yongki Komaladi
Sumpah. Gue gaada niat sama sekali buat make a wish ini. Bahkan untuk sekedar iseng pun.

Dan untuk harapan-harapan gue di tahun ini... Gue tidak berniat untuk mempublishnya sekarang. Jadi tunggu saja ya ;)

Sabtu, 03 Desember 2011

Sedikit lagi.. Beberapa hari lagi..
Gue. Ehem wanita mulia ini. Akan mengadakan pertempuran yang sangat artistik dengan soal-soal ujian. Soal-soal ujian itu mempunyai senjata-senjata pamungkas yang selalu saja hampir melumpuhkan gue di medan perang.... Dan itu adalah... Matematika.
Matematika itu terdiri dari kumpulan angka-angka yang sudah dimodifikasi dan dibalut oleh rumus yang dibuat orang-orang kurang kerjaan, tak berperasaan..
Ya. Gue bukan sekali ini bertempur sama soal-soal ujian..
Tapi entah kenapa Matematika begitu lihai memainkan angka-angkanya dengan seenaknya, dan tentu saja membekuk gue dengan mudahnya.
Mungkin itu karena ada kata MATI dalam Matematika.
Dan mungkin ini juga ada hubungannya sama kali mati. Ada perkalian dalam matematika..
Semua orang pun tau, matematika selalu bisa membuat lawan-lawannya mati-matian menghajarnya. Urgh.

Well.. Gausah terlalu larut membahas makhluk mengerikan itu :D.
Lusa, Senin tanggal 5 Desember.. Pertempuran itu dimulai.
Akan diawali dengan IPA dan PAI (Pendidikan Agama Islam).
IPA udah satu paket sama Biologi dan Fisika.
Dan yang ngeberatinnya itu.... Fisikanya itu lho.
Untuk menakhlukannya sulit. Dia juga punya kekuatan yg mematikan dari rumus-rumusnya. Dan tak lupa beberapa teori tentangnya..
PAI insyallah tidak begitu menyulitkan belajar ini :).

Dan. Ohya.
Wish me luck :D

Jumat, 02 Desember 2011

HuHu

Hati ini belum sepenuhnya rela.
Hati ini masih meronta-ronta.
Hanya karena aku diam, dan tak beranjak dari kenangan antara 'kita'.
Hahaha bodoh bukan?
Huh. Hanya bisa menyalahkan diri sendiri atau keadaan, karena memang kamu tidak pantas untuk aku salahkan.
Harapan. Hanya itu yang bisa kupegang, hanya itu yang kusimpan darimu, hanya itu.
Hey. Hafalkah kau tempat kali pertama kita bertemu dan waktu pertama kita berjumpa?
Haha.
Hiraukan saja diriku, aku harus sadar...
Hanya bisa dikenang, namanya juga kenangan.
Huh. Harus hindari tulisan seperti ini.
Hanya membuatku semakin sendu saja :).
Hahaha... Hmm..

"H" for "Happy" or "H" for "Hurt"?
Hehe it's choice.


Hanina Bobo

Minggu, 06 November 2011

bad love letter

Aku tak tau harus memulai darimana. Umh.
Biasanya kata pengantar surat cinta tuh seperti apa sih? Yang aku tahu, pasti dimulai dari kata-kata manis yang berirama sehingga membuat si penerima surat berbunga-bunga.
Argh. Aku bukan orang yang bisa berkata & bersikap manis seperti itu.
Dan akhirnya aku yang "Bodoh" ini malah memulai surat ini dengan untaian kata-kata bodoh penuh keluguan.
Hey. Beginilah aku.
Seperti inilah aku saat pertama getar rasa cinta di hati mulai mengusik diri.
Saat pertama.. tatapan matamu, senyum darimu, candaan konyolmu, dan segala tentangmu yang begitu sederhana menjadi hal mewah disini. Di hatiku.
Beginilah aku waktu itu.
Entah harus aku sebut apa diriku waktu itu. Bodoh, Polos, Naif, atau Lugu. Mana yang pantas?
Aku terlalu kikuk untuk membiasakan diri semenjak muncul gemelut rasa ini.
Rasanya sejak itu apapun hal yg kulakukan & kukatakan ke kamu menjadi sangat berarti. Aku jadi sangat hati-hati.
Tapi akhirnya aku menyerah. Aku tak bisa menyempurnakan diriku demi membuat kamu sadar akan rasa ini.
Dan akhirnya aku kembali menjadi seperti diriku. Diriku yang seperti ini.
Karena aku tidak ingin kamu mencintai diriku yang bukan benar-benar "diriku".
Beberapa kali aku berucap dalam hati.
"Apakah terkadang kita membutuhkan kebohongan-kebohongan kecil untuk pemanis hubungan? Sandiwara-sandiwara semu untuk penghangat suasana?"
Aku bukan aktor ataupun penipu yang baik. Aku menyukaimu dalam caraku sendiri.
Seperti ini.
Aku biarkan mengalir apa adanya. Dengan sederhana.
Meski kecanggungan tetap saja terasa. Dan masing-masing pun saling menyakiti hatinya.
Mungkin karena kecemburuan semata, atau bahkan kecerobohan kita masing-masing.
Sekuat apapun kita saling mencoba untuk tidak menyakiti satu sama lain. Tetap saja, tanpa sengaja salah satu dari kita menggores luka.

Kata orang. Cemburu itu tanda cinta. Jadi cemburu itu penentu ya? Apakah sikap kita saat cemburu pun menentukan masa depan cinta itu sendiri?
Aku-adalah-orang-paling-bodoh-saat-cemburu.
Aku akan berwajah seperti ini saat didepanmu

Padahal sebenarnya....


(Ya. Perasaan hati gue yang sebenarnya memang ga secantik kelihatannya diluar.)

Harus kuakui aku pencemburu. Tapi dalam cemburuku aku selalu bisu. Aku tak bisa mengungkapkan rasa ambigu ini padamu. Karena aku takut terlihat bodoh dihapadanmu. Haha iya aku memang bodoh.
Umh.
Sudah sore hari. Saatnya berbenah diri dan mernyudahi segala kata-kata tak berisi ini. Walaupun sebenarnya ini dari hati, aku tetap malu mengakui ini rasaku.
Dan maaf. Sekali lagi aku harus menanyakan hal bodoh..
Bagaimana caranya menyudahi surat cinta?
Apakah itu semudah memutus komitmen diantara kita?

Lalu jika berbalik, kamu yang bertanya padaku. Untuk apa aku menulis postingan ini. Aku akan menjawab...


PS : Ini termasuk surat cinta bukan sih?

Tyas Hanina

Jumat, 04 November 2011

Hey. Apa kabarmu?
Kuharap senyum ceria dan semangat tak pernah luput menyertai hari-harimu.

Hey kamu. Ada apa denganmu?
Kamu kehilangan kefokusanmu. Kamu kekurangan semangatmu. Kamu tersenyum dan tertawa, terlihat seperti biasa. Tapi aku tau kamu menyimpan perihmu itu sendiri. Membiarkan luka itu mengering sendiri..

Hey kamu. Aku tau kamu sedang bersedih.
Aku tau kamu sedang meragu, aku tau hatimu sedang kalut.
Tapi cobalah untuk tetap bersyukur. Walau tanpanya, kamu pasti bisa menjalani hari-harimu seperti biasa J. Walau tanpanya, kamu pasti tetap menjadi dirimu yang sederhana dan begitu apa adanya.
Hey. Ini hanya sementara.
Yakinkah hatimu. Kepedihan & kesedihan hanya menyayat sedalam dan seperih yang kau mau dan kau mampu.

Hey kamu. Aku tau kamu tak bodoh. Aku tau kamu tak selugu itu.
Aku tau kamu punya logika, tapi aku juga tak tau hatimu sering berontak.
Hey kamu. Sekali-kali perdulikan perasaanmu. Jangan selalu mengabaikannya.
Kamu masih perlu banyak belajar. Untuk kendalikan perasaan itu, atau perasaan itu sendiri yang mengendalikanmu.

Hey kamu. Iya kamu. Senyum ya J. Jangan fake smile terus.
Jangan sedih terus menerus. Jangan biarkan diri kamu terus tak terfokus.
Hey kamu. Jangan lupa bersyukur. Ada banyak orang yang peduli dan sayang kamu. Kamu juga sayang mereka kan?

Hey kamu. Atau lebih tepatnya diriku.
Jangan pernah lelah untuk kuatkan hati orang-orang sekelilingmu ya. Karena dengan begitu tanpa sadar hatiku pun dikuatkan olehnya J.
Hey aku.. jangan pernah sengaja lagi mengabaikan perasaan sendiri.

Kamis, 03 November 2011

Di ujung rindu.
Aku berusaha mengeja 5 huruf penuh ambigu itu. Rindu.
Berusaha menepiskan harapan dan keinginan lugu, aku ingin ada kamu.
Aku ingin kamu membantuku, mengeja kata itu.
Aku tau, aku bisa membaca. Aku bisa menulis. Aku tidak kesulitan dalam hal seperti itu.
Tapi satu kata ini berbeda.
Dengan lincahnya mengubahku perasaanku menjadi sendu, membuat pandanganku kembali padamu, membuat bibirku bertahan untuk tetap coba mengucapkan kata itu.
Sulit.
Bukan hal yang mudah mengucap kata itu. Bukan hal yang mudah menuntaskan rasa ini. Bukan hal yang mudah untuk kamu mengerti..
Aku rindu.
Aku tak ingin tergesa-gesa mengucapkan kepadamu. Aku tidak ingin kecewa melihat responmu atau senyum palsu darimu saat tau.
Aku takut.. hanya aku yang bertarung melawan kerinduan ini.
Aku takut.. kerinduan yang menghangatkan ini lama kelamaan bisa membunuhku.
Iya. Aku tau, aku memang terlalu angkuh. Untuk menyimpan semua gemelut rasa ini. seolah-olah tidak butuh kamu..
Dan lagi pula, aku mulai terhantui oleh kejadian pahit itu.
Percakapan kita beberapa hari yang lalu melalui ponsel.
Saat aku mengungkapkan kerinduanku. Dan saat kamu dengan mudahnya bertanya.
“kangen siapa?”
Pertanyaan ini tak kan bisa kujawab dan kuuraikan dengan jelas, juga dengan serius..
Keseriusan itu yang sulit.
Aku cenderung mengalihkan pembicaraan dengan candaan dan jawaban yang konyol.
Aku berfikir dengan keras, bagaimana caranya malam ini aku bisa berhenti berlari dari pertanyaan-pertanyaanmu? Bagaimana caranya agar aku bisa terfokus dan tak mengalihkan pembicaraan? Bagaimana caranya tidak menjadi seorang pengecut?
Akhirnya aku kalah oleh argumen hatiku sendiri
Aku menjawab “kucing kawin depan rumahmu.”
KENAPA, KENAPA DAN KENAPA AKU MALAH MENJAWAB SEPERTI ITU Щ(ºДºщ)
Dan bodohnya kamu malah menjawab “mereka sudah cerai.”
Aku pun menjawab dalam hati “semoga perasaan kita juga tidak tercerai berai...”
Tapi aku yang bernyali ciut ini mana mungkin berani mengetikkan kata-kata penuh romansa itu kepadamu.
Akhirnya aku hanya mengetikkan satu kata yang sedang kutuntut dari diriku dan dirimu.
“Serius”
“iya serius..”
*hening*
Dan aku kembali nanar. Sejak kapan kita jadi kaku begini?
Sejak kapan hubungan ini menjadi begitu “beku”?
Tidak ada yang bisa disalahkan. Tidak ada yang bisa dijelaskan.
Semua terjadi begitu saja.
Tanpa sengaja.
Mungkin memang hanya karena kecemburuan semata atau karena kejenuhan yang tiba-tiba.
Entahlah. perasaanku pun ikut terombang ambing.
Aku seperti berjalan di persimpangan jalan.. umm sebut saja jalan perempatan kantor yang biasa kulalui setiap sekolah..
Jika aku lurus. Aku bisa mencapai sekolah dengan cepat, tapi aku harus menambah ongkos dan terasa percuma. Karena aku harus berjalan lagi...
Jika aku belok ke kanan, aku juga bisa mencapai sekolah. Meski harus rela bercapai-capai ria.
Dan jika aku malas untuk mengambil resiko keduanya, aku akan berjalan memutar balik. Kembali pulang kerumah....
Hmm aku pun tak tau apa yang kukatakan.

Terlalu absurd untuk dijelaskan. Terlalu simpel untuk dikatakan.
Rindu.
Kangen.
Akung.
Umm tiraMISYU. Capuccino. Moccacino. Kopi tubruk sekalian pun tak masalah.
Asal kau bisa memaklumi dan memahami.
Mengapa aku diam sendiri, menunggu kamu pahami dan cicipi sendiri rasa Rindu... kepadaku.
Hey. Salam sayang penuh rindu.
Hmm.. titik dua + tanda bintang

Tertanda seseorang yang kau sebut lugu,
Tyas Hanina
Untukmu, lelaki bodoh penganggu konsentrasiku.

Minggu, 30 Oktober 2011

Three


3 hari ini... (26-27-28 Oktober 2011). Tiga-tiganya memuat peristiwa penting.
26 Oktober gue berulang tahun. (umh soal ini dibahas belakangan aja yaa)
27 Oktober hari Blogger nasional. Dan gue malah ga ngeposting apa-apa.. (maafkan kemalasan blogger biadap ini)
28 Oktober.... hari sumpah pemuda J. Dan hari pembuktian tulus kasih cAyanX tMand2 cMua..

Pada tanggal 26 Oktober 2011. Tiba tahun ke 14 gue mengenal dunia. Akhirnya tiba.. setelah gue dengan geregethan menghitung mundur hari demi hari....
Gue ga punya kemauan khusus atau harapan-harapan yang bergejolak pada tahun ini. Gue merasa, hari itu akan terlewat biasa saja. Layaknya tahun-tahun sebelumnya.
Umh
Dan taugakseh. Sebelum hari ulang tahun itu gue iseng buat draft blog -__-
“Besok... Bah. Ga kebayang bakal gimana, gatau mau ada rencana apa. Sepertinya adanya yang disembunyiin sama anak-anak. Tapi gue gatau apaan -____-. Bener-bener gatau. Dan gue nethink, kayanya emang ga ada apa-apa. Mana ada yang peduli sama gue *garuk-garuk tembok*.....”
Sebenarnya masih panjang. Tapi ada beberapa kata random dan nama seseorang yang tak layak dipublish disini .___.
Hari itu berawal seperti hari-hari biasa. Gue bangun saat shubuh, dan mengecek inbox hape...
Ada 5 SMS. Dari Yuni, Sabrina, Rafi, Ceisa, dan operator :’)
Operatornya so sweet banget ya sampe ngucapin pake sms penawaran hadiah gitu J.
Dan... Ucapan-ucapan dari teman-teman yang lain pun mulai bergelimpangan.

Besoknya, Gue ada rencana mau main bareng-bareng sama anak-anak (gabilang traktir ya).. Soalnya kemarin pada pulang duluan gara-gara hujan. Dan Siang itu sangat cerah ceria, tapi anak-anaknya pada gamau ngumpul -___-“

Dan kemarin.... umh. Umh. Umh.
Mereka membuat suatu kejutan untuk gue... *tarik ingus*
Adel yang marah-marah katanya gue nyebar fitnah lah. Sampe bawa-bawa Bu Kasiati lagi -__-.
Sebenernya gue udah ada feel yang aneh banget. Tapi air mata udah bener-bener ga bisa kebendung pas Bu Kasiati ngomong...
“coba bayangkan kalo perasaan ibu ini terjadi sama ibu kamu...”
GOD knp sih harus bawa-bawa nyokap?
Dan yak. I’m crying. Benteng pertahanan air mata gue bener-bener jebol. Gue nangis sampe kaya orang bengek. Dan setiap gue mau ngomong, kata-kata gue selalu tertahan, jadi kaya orang gagu.
Tampang gue pas nangis juga pasti beda banget. Sampe Ponco bilang muka gue mirip cut mutia kalo lagi nangis. Anjir.
nyari foto yang cakepan di google nyahaha
Kayanya anak-anak juga pada ga puas banget.  Mereka masih ngerjain gue, mereka bilang Rafi kecelakaan -_-.
Gue udah ngeduga ada yang aneh dengan berita ini. gue asik aja dikelas gambar muka babi sama gunung di papan tulis..
Dan.. Beberapa lama kemudian pun. Pintu kelas ditutup, gue udah ngeduga bakalan ada apa-apa.
Dan bener aja. Rafi, Kak Rani, Achile, Indri, dll.... Masuk ke dalem kelas.
Dan taulah apa yang selanjutnya terjadi.........
Adegan mutilasi kue

make a wish





Dan lanjut ke acara suap-suapan kue...
kue pertama. untuk lelaki jebew ini yg rela basah-basahan ngambil kue dan kado gue.
untuk pemberi becak-becak pilihan... echa
untuk adel.... big thanks sist {}
Untuk Inas... Nasi gorengku :*
Untuk bulogku :* makin tembem ya
untuk uthi :* {}
Untuk Tracy. Jangan lupa melek lg ya chy {}
Untuk teman sebangku tercintah... ceisara {}
untuk teman dari SD.. ayundargh :*
untuk achil&ibunya achile... makasih banyak ya semuanya :* {}
untuk ayam {} i heart youuu
untuk orang gila nomor 1 sedunia. ponco :3
untuk daniel fidanco..
untuk homo sapiens ini.. terimakasih cimo
Huehehe ohya.
Postingan ini sebenernya udah gue ketik dari tanggal 26 Oktober pas Hari gue ulang tahun. Tapi dikarenakan faktor Internal atau dari dalam diri gue sendiri yang maleszht. Dan.. ada banyak sekali kata-kata yang gue fikirkan ulang lalu gue hapus demi kepentingan dan kebijakan pemerintah.. Umh.

Umh. Soal  hadiah ulang tahun.
Gue dapet boneka keledai atau entah binatang apa ini... Dia labil sekali kawan.
Jika kita memencet kelingkingnya, dia akan moshing-moshing ga jelas -_-“ autis.
 Gue juga dapet sendal yang berbentuk kaki gede :'o. Kalo gue pake sendal ini, kaki gue terlihat makin kecil..
Gue juga dapet pocky stroberi dari syahrans & adityaprians :3
Dan juga entah-ini-apa-namanya. Mungkin pajangan... Gue suka banget :')
Dan... Hadiah paling unik, paling apa adanya, paling gak gue sangka-sangka adalah ini.......
Hmm. Apa kalian membutuhkan keterangan tentang hadiah ini? should i tell? :p
Yak. Kado ini dari seseorang yang tak bisa gue sebutkan namanya disini.

Ini juga ada kartu ucapan dari mereka. Yang ga ngerti mendingan cuci piring O:)

Hmm yak gue seneng :) Seneng banget. Terharu sangadh.
Hadiah yang paling gue syukuri adalah. Adanya kalian. Uhukz :'3
Ada 3 kata yang ingin gue ucap. 3 kata yang selalu tertahan di bibir, entah kenapa. 3 kata dari hati. 3 kata yang harus kalian tau.
GUE SAYANG KALIAN.


Makasih banyak untuk semuanya. Untuk canda tawanya. Untuk semangatnya. Untuk waktu yang rela kalian sisihkan demi gue. Untuk umh, untuk happy call nya :')
Dan untuk orang-orang yang mungkin tak disebutkan namanya disini. Kalian ga kalah berarti disini. Di hati.
YOU ROCK GUYS {}